Program studi Teknologi Rekayasa Pangan (TRP) berfokus pada ilmu pangan dan teknik pangan serta keterampilan teknologi pangan terapan untuk kegiatan pengelolaan pada industri pangan. Kurikulum TRP dirancang dengan total mata kuliah 146 SKS yang ditempuh selama 8 semester (4 tahun). Metode pembelajaran yang diterapkan adalah student-centered learning melalui pembelajaran Case Method (CM) dan Problem Based Learning ataupun Project Based Learning (PBL) yang berbasis penggunaan teaching factory untuk mendekatkan budaya industri di dalam kampus, dengan menekankan pada keterampilan aplikatif, kolaboratif, dan reflektif didukung kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan dan memecahkan masalah.
Pelaksanaan proses pembelajaran secara teori dilakukan di kelas, sedangkan praktik dilakukan pada beberapa laboratorium dan Teaching Factory (TeFa) diantaranya: 1. Laboratorium Analisis Pangan yang terdiri dari tiga divisi Laboratorium Kimia, Laboratorium Fisika, dan Laboratorium Sensorik; 2. Laboratorium Rekayasa Pangan yang terdiri dari Laboratorium Rekayasa, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Pengembangan Produk 3. Laboratorium Pengolahan Pangan yang terdiri dari Laboratorium Nabati, Laboratorium Hewani, Laboratorium Roti Kue. 4. Laboratorium Komputasi 5. Teaching Factory Bakery 6. Teaching Fish Fish Canning.
Lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan dibekali sertifikat kompetensi keahlian bidang supervisor keamanan pangan atau supervisor pengembangan produk pangan baru sehingga terbuka kesempatan berkarir bagi lulusan diantaranya sebagai penyelia di industri pangan untuk pengelolaan proses produksi pangan, sebagai anggota tim keamanan pangan (food safety and food quality), anggota tim research and development, sebagai tim food engineer. Selain itu berpeluang berwirausaha dibidang pangan dan melanjutkan pendidikan lanjutan pada program Magister Terapan.
Visi
Menjadikan program studi rujukan pendidikan vokasi di bidang teknologi rekayasa pangan tingkat nasional dan internasional yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)
Misi
Melaksanakan pendidikan vokasi teknologi rekayasa pangan yang berkualitas, efektif, efisien, berdaya saing berorientasi pada pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada revolusi industri 4.0.
Melaksanakan penelitian teknologi rekayasa pangan terapan bereputasi nasional dan internasional yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri pangan.
Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang adaptif dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Mengembangkan jejaring kerjasama dengan dunia pendidikan, dunia usaha dan dunia industri di bidang teknologi rekayasa pangan dalam kerangka peningkatan kapasitas institusi.
Tujuan
Menyediakan tenaga profesional ahli (Sarjana Sain Terapan) dengan kompetensi:
Supervisor Produksi Pangan (Production Supervisor)
Staff Konsultan Desain Unit Pengolahan Pangan (Food Engineer)
Staff Quality Control dan Food Safety
Staff Pengembang Produk Pangan (Food Research and Development Staff)
Wirausahawan Produk Pangan (Food Product Entrepreneur)
Sasaran
Menjadi penyelenggara pendidikan yang berkualitas untuk memberikan kemampuan pengembangan dan pengelolaan sumberdaya informasi berdasarkan etika dan kebenaran ilmiah.
Menjadi Program Studi yang tanggap terhadap perkembangan sains, teknologi dan aplikasi bidang informatika dengan ciri etika akademik yang inovatif.
Menjalin berbagai kerjasama dengan stakeholder serta berkontribusi dalam pembangunan wilayah
Kegiatan Project Based Learning (PBL)
1. Produksi Roti Tawar, Bluder dan Cookies
Dalam pembelajaran berbasis PBL ini dikembangkan berbagai produk, antara lain Roti Tawar Premium, Roti Tawar Kentang, Roti Tawar Ubi Ungu, Bluder, dan Cookies (Kue Kering untuk Lebaran), sesuai dengan standar SNI yang berlaku. Mata kuliah yang terkait langsung adalah MK Teknologi Bakery dan Confectionery serta MK Perancangan Unit Pengolahan pada Semester 6. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menghasilkan produk-produk yang tidak hanya sesuai dengan standar SNI, tetapi juga memiliki daya terima yang baik di mata konsumen.
Tim diberi waktu satu semester penuh untuk melakukan riset, pengembangan formulasi, uji coba, dan produksi terbatas dari produk-produk tersebut. Selama pelaksanaan proyek, tim bekerja sama dengan Laboratorium Pengolahan (Sub. Roti dan Kue) untuk memanfaatkan fasilitas dan peralatan yang diperlukan dalam proses pengembangan dan produksi. Produk-produk yang dihasilkan diproduksi secara manual dan dengan sistem by order, dimana tim marketing membantu dalam penawaran dan promosi produk kepada calon konsumen potensial.
Setelah proses produksi selesai, produk-produk tersebut dievaluasi oleh pihak terkait, termasuk dosen pembimbing dan manajer proyek, untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar SNI dan memiliki daya terima yang baik. Evaluasi dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti tekstur, rasa, aroma, dan kemasan produk. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua produk yang dikembangkan oleh tim memenuhi standar SNI dan memiliki daya terima yang baik sekali di pasaran. Hal ini menandakan keberhasilan dari pelaksanaan proyek berbasis pembelajaran ini, dimana mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis dalam pengembangan produk pangan, tetapi juga mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas.
2. Pengembangan Produk Frozen Food dan Makanan Olahan Lainnya
Pada tahun ajaran 2023/2024, mahasiswa semester 6 Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pangan melaksanakan Program Project Based Learning (PBL) yang didukung mata kuliah TRP 160705 Pengembangan Produk Pangan dan TRP 160701 Kewirausahaan. Fokus utama dari program ini adalah pengembangan produk frozen food dan makanan olahan lainnya.
Mulai dari Februari hingga Maret 2024, mahasiswa telah menjalani berbagai tahapan yang penting dalam pengembangan produk pangan baru. Riset mendalam dilakukan untuk memahami tren pasar, preferensi konsumen, serta potensi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi. Ide-ide kreatif diperoleh dan diolah menjadi konsep produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Deskripsi umum produk dan penentuan formulasi produk dilakukan dengan cermat, memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia) tetapi juga memiliki daya terima yang tinggi di pasar.
Hasil PBL yang telah dicapai mencakup dokumen rancangan pengembangan produk pangan baru berbasis frozen food, formula berbagai jenis produk frozen food yang berkualitas tinggi, serta gelar produk dari hasil PBL, yaitu Pengembangan Produk Pangan Baru.
Selanjutnya, proses pengembangan produk belum selesai. Mahasiswa akan melanjutkan dengan tahap uji coba produksi skala kecil (mini plan), di mana formulasi produk akan diuji secara praktis dalam lingkungan produksi yang terkontrol. Setelah itu, produk akan diuji lagi dalam skala yang lebih besar (skala up), untuk memastikan bahwa proses produksi dapat dilakukan secara efisien dan konsisten dalam jumlah yang lebih besar. Tahap terakhir adalah launching produk (gelar produk), di mana produk akan dipasarkan secara resmi ke pasar.
Selama proses ini, mahasiswa juga akan melakukan refleksi secara teratur, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, memperbaiki proses yang ada, dan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan kualitas produk dan proses produksi. Dengan demikian, Program PBL ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam pengembangan produk dan kewirausahaan, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pemimpin dan inovator di industri makanan di masa depan.
Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah Program Studi Keteknikan Pertanian telah terakreditasi A. Pencapaian tersebut diperoleh dari hasil kegiatan as...